Sakinah berasal dari bahasa Arab yang artinya tentram. Tentram ini maksudnya adalah kepuasan dan ketenangan jiwa. Keluarga sakinah adalah keluarga yang melakukan segala kegiatannya diwarnai dan didaarkan ajaran agama.

Dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang berarti “Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian isteri dari species kalian agar kalian merasakan sakinah dengannya.”  Dari ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa sumber dari sakinah adalah diri dan pribadi wanita. Apabila isteri tersebut berkelakuan baik dan menjaga nama baik keluarga, maka pandangan masyarakat sekitar mengenai keluarga tersebut juga baik. Begitu pula sebaliknya, apabila pribadi isteri kurang baik maka pandangan masyarakat mengenai keluarga tersebut juga kurang baik.

Untuk membangun keluarga dibutuhkan peran suami dan istri. Dan antara suami dan istri haruslah terjadi keseimbangan. Keseimbangan ini maksudnya adalah keseimbangan dalam mengambil hak dan keseimbangan dalam melaksanakan kewajiban.

Adapun kewajiban seorang istri adalah:

  • —  Mematuhi suami dalam hal-hal yang tidak maksiat
  • —  Memelihara kehormatan dan harta suami
  • —  Berhias untuk suami
  • —  Mengatur rumah dengan baik
  • —  Ridha dan syukur terhadap pemberian suami

Dan kewajiban seorang suami adalah:

  • —  Mahar / mas kawin
  • —  Nafkah, tempat tinggal, dan pakaian
  • —  Adil dalam pergaulan
  • —  memberi pendidikan agama kepada istrinya

Perlu diketahui bahwa disetiap keluarga pasti terdapat problematika dalam keluarga. Problematika-problematika yang sering dijumpai dalam keluarga antara lain:

  • Pertengkaran

Pertengkarang adalah hal yang biasa terjadi dalam keluarga. Pertengkaran biasanya terjadi karena ketidakcocokan pemikiran antara kedua belah pihak yang bertengkar.

  • Kurangnya Komunikasi

Komunikasi dalam keluarga sangatlah penting. Apabila terjadi kurangnya komunikasi antara anggota keluarga akan mengakibatkan pada salah paham.

  • Cemburu yang Berlebihan

Cemburu adalah hal biasa terjadi diantara pasangan. Cemburu kepada pasangan kita menandakan bahwa kita peduli dan sanyang kepadanya. Namun, apabila sudah terjadi cemburu yang berlebihan akan mengakibatkan ketidakpercayaan kita pada pasangan kita. Kita akan selalu dihantui oleh rasa curiga dan gelisah kepada pasangan kita.

  • Ekonomi yang Belum Stabil

Ekonomi adalah sala satu masalah yang sering kita jumpai dalam keluarga. Namun kebanyakan penyebab retaknya sebuah keluarga adalah kurang stabilnya ekonomi keluarga.

  • Perselingkuhan atau Pihak Ke-3

Musuh yang paling berbahaya adalah hawa nafsu. Perang memerangi hawa nafsu akan lebih sulit dari pada perang melawan negara lain. Di dalam sebuah keluarga, kata perseingkuhan adalah kata yang paling mengerikan. Karena dengan adanya perselingkuhan berarti kita tidak lagi mencintai pasangan kita serta ketikpuasan terhadap pasangan kita. Apabila telah terjadi perselingkan dari salah satu pihan entah itu suami atau istri, maka kemungkinan besar keluarga tersebut akan hancur.

  • Krisis Moral atau Akhlak

Di zaman global sekarang, masalah yang sering dihadapi adalah krisis akhlak dan moral. Apabila ini juga terjadi dalam keluarga akan mengakibatkan ketidakbahagiaan bagi keluarga tersebut. Makna keluarga sakinah akan hilang dan akan terjadi keretakan sediki demi sedikit dalam keluarga.

Problematik-problematika di atas apabila tidak dapat diselesaikan maka akan berakibat pada perceraian dalam keluarga. Apabila telah terjadi perceraian dalam keluarga, maka yang akan menjadi korban adalah masa depan dan kejiwaan anak. dan perlu diketahui bahwa angka perceraian di setiap kabupaten di Indonesia mencapai 300 perceraian tiap bulan. Rata-rata penyebab perceraian adalah masalah ekonomi dan keluarga-keluarga muda (20-35 tahun)

Adapaun startegi untuk membangun keluarga sakinah antara lain:

  • Niat

Dengan niat untuk beribadah kepada Allah dan untuk menghindari hubungan yang dilarang agama akan membuat kita lebih mudah mengerti makna sakinah yang sebenarnya.

  • Komitmen

Untuk membangun keluarga sakinah diperlukan komitmen untuk menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.

  • Memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Alla

Saling menasehati dan mengingatkan dalam mengamalkan syariat agama untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya

  • Saling Membutuhkan

Dalam menajalankan kehidupan keluarga haruslah didasarkan pada dasar saling membutuhkan. Seperti pakaian dengan pemaikainya. Tidak mungking seorang manusia berjalan dimuka bumi tanpa menggunakan pakaian.

  • Tulus

Suami dan istri harus tulus menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang suami atau istri dengan didasari dengan iman, cinta dan ibadah.

  • Syukur dan Ridho

Antar anggota keluarga harus selalu bersyukur dan ridho atas segala sesuatu yang diberikan Allah.

  • Saling Memahami

Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens.

NB:

Thanks To:

Iva Firdayanti

Rizky Putri Hardiyanti

karena telah membantu menyelesaikan artikel “Keluarga sakinah”

meski belum berkeluarga, saya berharap artikel ini berguna. Karena artikel ini berasal dari sumber-sumber yang telah berkeluarga. Saya hanya menganalisis dan membuat kesimpulan. Terima kasih.

About nenialya2

hi, my name's Neni Alya Firdausanti. I just an ordinary girl. I like reading and watching movie. Because it can help me to know the other side of the world. My hope is just making peope around me happy.. >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s